Solo merupakam kota yang
memiliki sejarah yang berhubunggan erat dengan Yogyakarta. Terpisah karena
perjanjian Gianti membuat Solo atau biasa yang disebut Surakarta dan Yogyakarta
memiliki kemiripan dalam banyak hal tetapi masih terdapat perbedaan diantara
keduanya.
Meskipun kini Solo atau Surakarta sudah tidak di pimpin
sendiri oleh pihak Kesunanan, kita masih bisa melihat peninggalan – peninggalan
yang membuktikan bahwa Solo dahulu pernah di pimpin oleh seorang Raja. Untuk
alasan itulah, saya mengunjungi Istana Mangkunegaran.
Istana Mangkunegaran berlokasi di Kota Surakarta di jalan
Ronggowarsito. Sebagai keraton yang terbuka dengan ide-ide baru untuk perjumpaan
kebudayaan Jawa dengan Eropa. Saat kita memasuki kawasan Keraton atau Istana
ini, kita akan melihat banyak sekali ornamen – ornamen yang bergaya eropa
tetapi masih tersentuh dengan budaya Jawa.
![]() |
| Halaman depan Istana Mangkunegaran |
Pada bagian luar kawasan istana ini, kita dapat melihat
sebuah Pendopo yang sangat megah yang biasanya digunakan untuk pementasan
kesenian Jawa. Jika dilihat secara seksama, pendopo ini mengandung unsur bentuk
Joglo, yang mana Joglo ini adalah bangunan khas Jawa. Joglo / pendopo tersebut
memiliki empat saka guru (tiang utama). Selain itu di Pendopo juga terdapat
seperangkat gamelan yang dinamai Kyai Kanyut Mesem. Gamelan yang sebagaian
besar kini masih lengkap biasa dimainkan pada hari-hari tertentu untuk
mengiringi latihan tarian tradisional. Tidak hanya Gamelan, yang menjadi hal
yang menarik bagi saya adalah di Pendopo terdapat patung Singa dan lampu
gantung bergaya eropa menambah kesan megah dan elegan pendopo Istana
Mangkunegaran sendiri.
![]() |
| Patung Singa yang di berikan oleh kerajaan di Eropa |
![]() |
| Lampu Gantung bergaya eropa |
Di dalam bagian DALEM
atau bagian dalam Istana terdapat Pringgitan, yaitu ruang dimana keluarga
Istana menerima pejabat. Ruangan ini juga digunakan untuk mementaskan wayang
kulit pada hari terntentu. Di dalam pringitan, juga terdapat beberapa lukisan
karya Basuki Abdullah, pelukis kenamaan Solo.
Dalem juga
digunakan untuk memajang berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang
bernilai seni dan sejarah. Terdapat koleksi topeng-topeng tradisional yang
sepertinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, kitab-kitab kuno dari
jaman Majapahit dan Mataram, koleksi berbagai perhiasan emas dan koleksi
beberapa potret pemimpin Mangkunegara.
![]() |
| Pintu untuk masuk ke DALEM |
![]() |
| Salah satu koleksi di Istana Mangkunegaran |
![]() |
| Bagian dalam DALEM |
Untuk memasuki
kawasan Istana ini, kita hanya perlu membeli tiket masu seharga Rp.6000,- .
Objek Wisata Mangkunegaran ini juga memberikan pelayanan guide bagi and ayang
ingin mengetahui lebih banyak detail tentang sejarah Mangkunegaran. Bagaimana?
Anda tertarik untuk mengunjungi Solo dan datang ke Istana Mangkunegaran ini?
nnnnnnn
nnnnnnn
















