Yogyakarta
merupakan salah satu destinasi budaya yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Seperti blog yang saya share sebelumnya, masih ada tmpat yang dekat dengan
kawasan keraton yang menjadi daya tarik wisata budaya di Yogyakarta, yaitu
Taman Sari.
Letak Taman Sari masih berada tak jauh darI Keraton, hal ini membuat Taman Sari sendiri masih memiliki hubungan erat dengan Keraton. Hal yang menjadi keunikan yaitu karena Taman Sari dahulunya adalah Taman air istana keraton, dan sampai sekarang bentuk dan keindahan arsitektur masih asli dan belum diubah.
![]() |
| Halaman depan Taman Sari |
Tamansari dibangun pada jaman kekuasaan Sultan
Hamengku buwana I dan selesai pada pemerintahan Sultan Hameng Kubuwana II.
Arseitek bangunan tamansari adalah seorang portugis maka tak heran
arsitekturnya kental dengan nuansa Eropa namun kita masih bisa menemukan
arsitektur Jawa. Komplek tamansari terdiri dari kolam besar, kanal air, kolam
pemandian dan ruang-ruang khusus. Menurut cerita tamansari adalah tempat
pemandian bagi para raja yang berkuasa serta keluarganya. Selain itu ada juga
bangunan sumur gemuling yang digunakan sebagai mushola untuk beribadah yang
pada saat ini hanya digunakan untuk rekreasi saja. Di sekitar tamansari ada
sebuah lorong, konon lorong tersebut merupakan penghubung antara kraton dan
pantai parangkusumo. Lorong tersebut digunakan untuk melakukan pertemuan antara
Kraton dan Ratu Pantai Selatan yang dikenal Nyi Roro Kidul. Namun sekarang
lorong tersebut sudah ditutup dengan alasan tertentu. Jika lorong tersebut
tidak tertutup mungkin saja saya sudah menemukan jalan tercepat dari Yogyakarta
menuju Pantai Parangkusumo.
![]() |
| Sumur Gemuling |
![]() |
| Kolam Pemandian |
Tamansari adalah bangunan yang memiliki multifungsi.
Selain digunakan untuk peristirahatan tamansari juga digunakan untuk benteng
pertahanan. Tembok yang mengelilingi tamansari meski umurnya sudah tua namun
tetap kokoh. Pada 2006 silam ketika terjadi gempa hebat, benteng tersebut tetap
kokoh berdiri dan masih dapat kita nikmati hingga kini.
|
|
|
|
Tiket masuk Taman Sari yaitu sebesar Rp. 5000,- untuk
wisatawan domestik dan Rp.10.000 untuk wisatawan mancanegara. Untuk menuju
lokasi Taman Sari anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau becak. Jika anda
memilih untuk menggunakan becak, setelah dari halte busway terdekat anda akan
melihat banyak penyedia jasa becak yang menawarkan jasa antar. Keuntungan yang
anda dapatkan jika menggunakan becak yaitu anda akan diantar juga melewati
dagadu yaitu pusat produsen kaus jogja. Tetapi jika anda memilih untuk naik
bus, jarak dari halte bus menuju Taman Sari cukup jauh. Jadi saya sarankan anda
untuk menggunakan becak atau andong.
Bagaimana? apakah anda tertarik mengunjungi Taman
Sari?
Taman sari merupakan tempat yang sangat menarik untuk
dikunjungi. Akan lebih indah lagi jika wisatawan dan pengelola menjaga
kebersihan Objek Wisata.






No comments:
Post a Comment